“naik kaki kanan, turun kaki kiri”, satu slogan yang telah tidak asing sekali lagi untuk Anda yang seringkali menggunakan jasa transportasi umum. Bila yang belum juga punya kebiasaan naik angkutan umum, ada baik nya Anda simak artikel di bawah ini.

Slogan yang umum ditempel pada pintu angkutan umum, seperti bus, bus mini/kopaja, angkot (Lyn) mempunyai maksud untuk mengingatkan pada beberapa penumpangnya, tata langkah waktu Anda lebih pilih angkutan umum jadi transportasi. Kita seringkali mendengar, Pak supir atau kernet menyebutkan pada penumpangnya yang akan naik atau turun, meskipun telah tertempel terang pada pintu angkutan. Walau demikian banyak penumpang masih tetap saja seenaknya serta tidak mempedulikan, apa arti dari slogan itu. Mereka cuma membaca, serta tahu saja.

Sewaktu kita naik angkot baik bus, bila memakai kaki kanan, badan kita searah dengan laju angkot, untuk terjadinya kecelakaan/terjatuh begitu kecil. Demikian halnya waktu turun, kenapakita memakai kaki kiri? Sama hal nya waktu kita naik, badan kita searah dengan laju angkot, ini untuk hindari terungkapnya kaki kita. Jadi janganlah bosen bila beberapa Pak supir ataupun kernet senantiasa katakan pada penumpang nya “kalau naik kaki kanan, serta bila turun kaki kiri”, kadang-kadang hingga teriak-teriak. Ini untuk keselamatan beberapa penumpangnya.

Mengapa tangan kiri? ini pertanyaan bagus! Jika tuch angkot atau bus remnya blong! modar! Kemungkinan patah tangan kiri lebih kecil dari tangan kanan karna mempunyai gerak bebas (meredam) yang tambah baik dari tangan kanan.
3. Senantiasa naik dengan kaki kanan serta turun dengan kaki kiri, ini perlu banget! Apabila juga akan naik, konsentrasi serta pijaklah tumpuan pertama bus/angkot dengan kaki kanan yang disebut tumpuan paling kuat.

Diluar itu, bertumpu pada kaki kanan pada pintu bus samping kiri menyesuaikan momentum gerak badan serta kendaraan.
Sempat ada rekan yang ‘lenjeh’ banget naik busnya, asala-asalan gitu, lantas terguling tidak keruan di jalan aspal. Akhirnya ia menanggung derita patah tulang serta mesti tidak hadir sekian hari.

Mengapa turun mesti didahului dengan pijakan kaki kiri? Nah ini butuh dicatat! Apabila turun dari bus atau angkot dengan memakai kaki kanan duluan, ditanggung peluang tuch kaki nyangkut gede banget, jika telah nyangkut bayangin sendiri mengakibatkan, jatuh dengan bikin malu di aspal! jika tidak lecet, bonyok ya dapat pula memar serta patah tulang.
Turun dengan kaki kiri itu harus hukumnya.
4. Sediakan uang pecahan kecil serta janganlah malu atau takut ajukan pertanyaan biaya.

System pembayaran bus atau ankutan kota di indonesia beberapa besar masih tetap begitu ‘jadul’, kita diwajibkan membayar ke sopir atau kondektur. Tarifnya juga seringkali tidak terang, diukur berdasar pada jarak tempuh yg tidak terang parameternya.

Saat ada kenaikan tarif, baru dapat sedikit terang tuch tarifnya, karna pengumuman tentang tarif baru yang berlaku, umumnya ditempel di pintu angkot atau jendela bus.

Untuk melindungi agar kita tidak seperti orang bingung, lakukan mempersiapkan uang receh kecil Rp 1000, -, Rp 2000, – atau Rp 5000, -, hal semacam ini untuk mempermudah uang kembalian apabila anda tidak paham tarif yang anda mesti bayarkan untuk jarak yang anda tempuh.
Jangan sampai membayar dengan uang Rp 50. 000, – ke angkutan kota. Tentu anda segera omelan dari serta disuguhi muka ‘suntuk’. Seringkali anda mesti menukar ke warung tepi jalan untuk memperoleh uang pecahan beberapa ribu.

Saat juga akan hingga pada maksud atau pak kondektur hampiri anda, bertanyalah tentang tarif yang perlu dibayar, tidak apa-apa kok, mereka bukanlah ‘macan’ yang siap menerkam penumpang yang masih tetap belajar naik angkutan umum.

5. Saat didalam bus atau angkot, bertanyalah ke kondektur atau supir supaya tidak salah naik.

Sebagian bus yang lain jurusan namun dikelola saru lembaga umpamanya dikelola DAMRI, Mayasari, Kopaja, Kopami dan lain-lain, relatif mempunyai warna yang sama. Biasaya cuma dibedakan dengan penulisan Nomor atau Huruf yang mewakirili rute/jurusan.

Bus dengan penampilan yang sama tapi lain rute/jurusan sering ada dijalur yang beririsan, hingga anda tetaplah mesti cermat menyimak.

Saat menanti bus malam hari, mungkin saja anda telah capek dari kegiatan kerja, membedakan angka 42 atau 43 terkadang telah tidak tampak sekali lagi. Jangan pernah anda tertidur di Bus jurusan Bekasi, walau sebenarnya anda menginginkan menuju Bogor.
Yakinlah, hal semacam ini seringkali berlangsung.
6. Bus penuh bermakna ada copet! Amankan diri anda.

Bus kota atau angkutan umum adalah lingkungan yang paling asik untuk copet untuk beraksi menjarah barang bernilai anda. Penambahan, terminal serta halte juga sering adalah sisi dari tindakan pencopetan yang pasti buat bete si korban.

Bagaimana anda mengamankan diri dari copet? Berhubung saya sempat kecopetan serta sekian kali nyaris kecopetan, tersebut panduan yang juga akan menolong anda dari tindakan copet.
Pertama, apabila anda memakai tas ransel atau semacamnya, simpanlah dibagian depan anda. Seringkali temukan orang dengan tas ransel dimuka dada atau perut? Nah.., serius itu bukanlah orang aneh atau culun, dia tengah mengamankan dianya dari beberapa copet.

Ke-2, janganlah menyimpan handphone di saku celana kiri atau kanan. Umumnya beberapa copet tahu apabila ada barang bernilai di saku celana.., karna umumnya ada ‘tonjolan’. Nah.., umumnya handphone di saku celana dapat beralih tangan saat anda tengah mengantri berdesakan naik atau turun dari bus. Saat anda tertekan banyaknya orang, umumnya ada tangan-tangan jahil yang beraksi.

Ke-3, jauhi keadaan berdesakan di pintu bus, baik saat juga akan naik serta ditambah lagi turun dari bus. Umumnya copet tidak bekerja sendiri, mereka umumnya bekelompok, ada yang bertugas buat keadaan keluar dari bus berhenti, mengencet dari belakang, mengencet dari depan, samping hingga anda tidak dapat bergerak serta pada akhirnya tidak rasakan kantong atau tas anda tengah digerayangi tangan-tangan copet.