Masjid Pertama dan Tertua di Pulau Sumatera

Masjid Pertama dan Tertua di Pulau Sumatera

Masjid Pertama dan Tertua di Pulau Sumatera

Penyebaran islam di Indonesia memang sudah terjadi sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Bukti sejarah yang membuktikan bahwa penyebaran islam tersebut sudah terjadi sejak lama bisa dilihat dari berbagai peninggalan sejarah berupa prasasti, buku-buku, bangunan dan juga benda-benda lainnya. Salah satu peninggalan tersebut yang sampai sekarang masih bertahan dan terus dikembangkan adalah bangunan masjid. Harga Kubah Masjid Enamel Tentunya seperti yang sudah kita ketahui secara umum bahwa masjid memiliki fungsi penting bagi umat muslim baik sebagai tempat untuk beribadah maupun untuk kegiatan keagamaan yang lain.

Di Indonesia sendiri, khususnya di daerah Sumatera, ada sebuah masjid tua bernama masjid Asal – Penampaan yang terletak di pinggiran sungai di Blah Penampaan, di Dusun Muleng, Kampung Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, atau tepatnya  berada di Pusat Kota Blangkejeren, Aceh Tenggara.

Dari beberapa sumber yang terpercaya dikatakan bahwa masjid Asal Penampaan merupakan masjid pertama dan tertua di Aceh yang didirikan oleh para syekh-syekh atau tokoh agama beberapa abad silam. Tokoh-tokoh agama tersebut diantaranya adalah Syekh Siti Mulia, Syekh Said Ibrahim, Syekh Said Ahmad, Datok Masjid, Syekh Abdurrahman, Syekh Abdul Wahab, Syekh Abdullah, Said Hasan, Said Husin, Datok Gunung Gerundung, Syekh Abdul Qadir, Said Ali Muhammad, dan Mamang Mujra.

Masjid tersebut diberi nama “Asal” karena merupakan masjid yang pertama sekali dibangun pada masa lampau di wilayah sekitar Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Dengan Harga Kubah Masjid Enamel yang terjangkau dan kualitasnya baik. Masyarakat sekitar juga menyebutnya dengan sebutan “masjid Asal” karena dianggap sebagai masjid pertama yang menjadi asal-muasal dibangunnya masjid-masjid lain di seluruh daerah Gayo Lues dan sekitarnya.

Selain itu masjid Asal Penampaan juga menjadi dasar dari pemberian nama Desa Penampaan, tempat dimana masjid tersebut berlokasi. Nama “Penampaan” sendiri memiliki arti “penampakan/tampak atau terlihat”. Menurut beberapa sumber, nama tersebut diberikan karena konon katanya di masa lalu masjid Asal Penampaan dapat dilihat dari berbagai wilayah di Gayo Lues. Itulah sebabnya kemudian masjid tersebut dinamakan masjid Asal Penampaan.

Didirikannya masjid tersebut juga merupakan bukti dari sejarah masuknya ajaran agama islam di Aceh yang dulu kabarnya dibawa oleh bangsa India melalui jalur perdagangan. Masjid tua Asal Penampaan bahkan sampai sekarang masih berdiri kokoh dan masih terus digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat beribadah. Padahal menurut beberapa sumber, masjid tersebut sudah didirikan sejak pada masa Kerajaan Samudera Pasai dan diperkirakan usianya sudah mencapai lebih dari 700 tahun.

Sejak awal didirikannya masjid Asal Penampaan sampai sekarang, bangunan masjid tersebut kabarnya belum pernah dirombak sama sekali. Padahal jika dilihat dari segi bahan bangunannya, masjid tersebut hanya berkonstruksikan kayu. Oleh sebab itu masyarakat sekitar memandang masjid tersebut sebagai bangunan keramat karena dengan hanya berkonstruksikan kayu, bangunan masjid tersebut dapat bertahan dengan kokoh tanpa dirombak sampai sekarang selama lebih dari 500 tahun.

Kisah dan sejarah didirikannya masjid Asal Penampaan memang berhubungan erat dengan penyebaran dan perkembangan ajaran agama islam di Aceh dan pulau Sumatera. Itulah sebabnya keberadaan masjid tersebut harus terus dijaga dan dilestarikan agar bisa terus berdiri kokoh dan terus digunakan sebagai tempat beribadah umat musim yang tinggal di sekitarnya. Untuk lebih jauh anda bisa baca Harga Kubah Masjid Enamel

Continue reading »

Mengapa Air Murni Menghasilkan Rasa Kopi Yang Buruk?

Membuat kopi yang enak membutuhkan biji kopi yang berkualitas, barista hebat, gilingan yang benar, dan teknik yang tepat. Tapi ada unsur yang lebih penting lagi, namun sering diabaikan: air. Untuk membuat secangkir kopi yang nikmat, Anda tak harus membeli mesin permurni air yang mahal.

Christoper H Hendon, kimiawan di MIT, menemukan pentingnya air dalam kopi setelah berbicara dengan dua barista yang frustasi.

“Mereka memiliki masalah dengan rasa kopi yang berubah, satu hari nikmat, namun di hari lain tidak,” kata Hendon dikutip dari Business Insider. Hal yang membingungkan bagi kedai kopi ini justru jadi masalah menarik untuk ilmu kimia, kata Hendon. Air bisa menjadi ‘hard’ (penuh dengan mineral seperti magnesium) atau ‘soft’ seperti air sulingan.

Hendon bekerja sama dengan barista Lesley dan Maxcell Colonna-Dashwood—yang memenangkan kejuaraan barista di Inggris tahun 2015—dan mereka menemukan bahwa kandungan berbagai jenis material dalam air memberi rasa yang berbeda secara signifikan. (Hendon menjalankan percobaan menggunakan komputer, sementara pemilik kedai kopi benar-benar menyeduh secangkir sampel.)

Mengapa partikel mineral penting bagi menyeduh kopi?

Biji kopi yang disangrai, dikemas dengan senyawa yang memberikan kopi perbedaan aroma hingga rasa. Di dalamnya termasuk asam sitrat, asam laktat dan eugenol. Jumlahnya bervariasi dari satu kali penyangraian hingga selanjutnya, memberikan rasa yang berbeda setiap saat. Sementara itu, air memiliki kompleksitas tersendiri—tingkat ion yang lebih tinggi seperti magnesium dan kalsium membuatnya lebih keras.

Kuncinya: Beberapa senyawa dalam air lebih keras “lengket” dan secara khusus mengambil senyawa tertentu dalam kopi saat mereka bertemu di alat penyeduh. Magnesium sangat lengket, sehingga air yang mengandung magnesium tinggi akan membuat kopi memiliki rasa lebih kuat (dan tingkat kafein yang lebih tinggi). Air berunsur mineral juga memiliki kadar bikarbonat yang tinggi, yang ditemukan oleh Hendon dapat menyebabkan rasa lebih pahit.

Intinya, air bergantung dengan mineral tertinggi yang terkandung di dalamnya. Sementara itu air murni (tanpa senyawa) tidak memiliki pengaruh sama sekali. “Komposisi kimianya menghasilkan daya ekstrasi yang sangat buruk,” kata Hendon.

Hendon menemukan, air murni sering mengandung sodium, tapi itu tidak memiliki rasa lengket (untuk rasa baik atau buruk). Itu berarti Anda akan mendapatkan rasa yang jauh lebih kuat dari biji yang sama jika Anda menggunakan air dengan magnesium tinggi daripada air suling atau murni.

Hendon dan rekan baristanya menerbitkan penelitian mereka di Journal of Agricultural and Food Chemistry, dan akhirnya menulis sebuah buku, “Water for Coffee,” yang menjelaskan mengapa pecinta kopi juga harus lebih memerhatikan air, selain biji kopi itu sendiri.

“Air bisa mengubah karakter kopi,” tulis tim tersebut. Edisi kedua yang diperbarui dari buku ini akan dirilis pada awal 2018, menurut situsnya.

Tak seperti Hendon, rata-rata pecinta kopi bukanlah seorang ahli kimia. Anda tak bisa dengan mudah mengubah komposisi air setiap kali ingin minum. Anda cukup memahami jenis air yang digunakan, sehingga mendapatkan hasil seduhan kopi yang nikmat.

Nah, kalau di Amerika Serikat, Anda sudah bisa melihat secara daring jenis air yang diminum—mengandung mineral atau murni—dan gunakan informasi tersebut untuk membeli biji kopi untuk jenis air yang akan digunakan.

Saat roaster menguji biji kopi mereka, mereka menggunakan air di sendiri, sehingga setidaknya Anda bisa mengasumsikan mereka tengah mengoptimalisasi secara kimia air Anda. Hal itu sebaliknya dengan gerai kopi besar, yang menurut Hendon, menggunakan air murni untuk memastikan semua rasanya sama di seluruh dunia.…

Continue reading »

Imunisasi Difteri Anak Sekolah di Jakarta Terkendala Libur Panjang

Sirah sektor penangkalan dan penanganan permasalahan (P2P) Lembaga kesegaran propinsi DKI Jakarta dr. Widyastuti menyampaikan, liburan panjang Natal dan tahun Baru jadi salah satu hambatan terlaksananya acara Outbreak Response Immunization (ORI) di Jakarta. Adapun imunisasi dilakukan pada mengantisipasi meluasnya persoalan difteri.

“Kan ini anak sekolah baru cuti lebih kurang 3 pekan, tidak sedikit yang ke luar kota. Menjadi, ini semula jadi hambatan. Jikalau hari efektif sekolah kan anak-anak kumpul, penyuntikan vaksin difteri lebih efektif masih, ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/12/2017).

Dia mengemukakan, imunisasi bakal dilanjutkan berulang terhadap akhir Desember 2017 sampai Januari 2018.

Setelah itu step dua, hamba melakukan Juli 2018. Awak masih merakit sebab mangsa awak mendistribusikan 1,2 juta lebih vaksin difteri,” papar Widy.

Beliau menyampaikan, jalan ini mesti dilakukan dengan cara terus, mengingat penyebaran problem difteri di Jakarta apalagi berkembang. Dikala ini, lanjutnya, ada 57 problem difteri bersama umpan wafat aspek 2 orang.

Sebahagian gede pesakit dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Dia mengharapkan, rantai penyebaran kejadian ini cepat terputus.

Kala ini yang diprioritaskan negara Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Namun, mulai sejak perdana tahun depan di inginkan acara ini telah mencapai seluruhnya tanah di DKI,” menurutnya.…

Continue reading »