Habiskan Jatah Gagalmu!

gagalKabar bahagia datang ketika dosen kewirausahaan saya mengabarkan akan ada National Lecturer yang salah satu pengisinya adalah Sandiaga Uno. Maka bersama para kempet brothers (kempet merupakan sebutan saya bersama 4 teman koplak saya di kampus) yang mengambil kuliah tersebut yaitu dya, edi dan didi memutuskan untuk mendaftar gabung di acara tersebut.

Alasan pertama dan utama kami ikut adalah GRATIS yang gag bisa ditolak oleh mahasiswa seperti kami,,hehe Kedua kami pengen melihat langsung sosok Sandiaga Uno dan mendapat ilmu bisnisnya ( cieeilah gaya dikit…hehe) Alasan ketiga kembali pada gratisan yaitu ada makan siang dan souvenir menarik,,hehe

Hari yang dijadwalkan pun tiba dan kami berempat langsung cap cip cus menuju lokasi acara dengan jalan kaki dibawah senyuman matahari siang itu yang sukses membuat kami mandi keringat. Sampai di lantai bawah langsung ketemu temen-temen yang pada lagi makan siang dan kami baru tahu kalo salah lewat pintu masuk,,haha Gak pikir panjang langsung absen di depan dan ambil jatah makan (#senyum kemenangan)

Acara pun dimulai dan saya baru tahu ternyata ada satu pengusaha lagi yang menjadi pembicara, yaitu Saptuari Sugiharto yang tidak lain pemilik dari kedai digital. Pembicara satu ini gokil ketika saya nonton liputan bisnisnya di tipi. Dan gag meleset, ketika beliau mendapat giliran banyak kegokilan dalam materi yang dibawakannya.Ada 2 poin yang menurut saya penting dan dibawakan dengan kata-kata gokil oleh bos kedai digital ini.

Pertama, Habiskan jatah gagalmu

Perjalanan bisnis tiap orang tidak ada yang mulus. Tiap orang pasti akan mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Pebisnis akan sukses apabila focus, kerja keras, dan dekat dengan Tuhan. Saptuari pernah gagal dalam bisnis ayam dan kedai digital menjadi korban gempa Jogja 2006. Tapi Saptuari yakin dengan firman Tuhan bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan. Dan benar setelah berbagai kesulitan yang dihadapi, kini bisnisnya semakin besar dan berkembang. Pesan Saptuari, mulailah usaha ketika kita masih muda sehingga bila kegagalan menghampiri , kita masih punya banyak waktu untuk bangkit.

Kedua, The Power of Kepepet

Orang kalau sudah kepepet pasti akan berpikir dan bertindak supaya bisa keluar dari situasi yang sedang dialami. Saptuari membuat dirinya kepepet dengan memutuskan kuliah di UGM dengan biaya sendiri. Hasilnya dia mulai berusaha dengan menjadi pegawai koperasi mahasiswa, jualan celana, dan bisnis ayam. Lain lagi cerita Salman Aziz yang sukses dengan bisnis warnetnya.

Ketika pertama kali mendirikan warnet dengan rekannya, Salman Aziz kekurangan dana dan meminta dana kepada orang tuanya dengan perjanjian sebagai dana terakhir yang dia minta kepada orang tua. Kondisi kepepet yang dibuatnya justru mengantarkan pada kesuksesan bisnis yang dijalaninya sekarang.

Ide bisnis bisa datang dari mana saja. Kemampuan membaca peluang merupakan aset yang penting dalam menjalankan bisnis. Kesungguhan dalam berbisnis mutlak diperlukan karena bisnis yang besar selalu dimulai dari langkah kecil di awal.