Menurut info yang didapat dari BKKBN, berdasar pada data survey gagasan pembangunan periode menengah nasional (RPJMN) th. 2016, angka kehamilan serta kelahiran pada remaja umur 10-19 th. menjangkau 48, 5 juta masalah di Indonesia. Diluar itu, survey Pusat Favorit Bimbingan Terpadu Kesehatan Ibu serta Bayi th. 2013 yang diambil Tubuh Kependudukan serta Keluarga Merencanakan Nasional (BKKBN) memprediksi kalau setiap th. ada sekitaran 2, 1-2, 4 juta wanita yang lakukan aborsi. Sejumlah 30 % salah satunya yaitu remaja.

Hamil Usia Muda Akibat Hubungan Intim Dini

Bahaya Hamil di Umur Sangat Muda

Dibanding dengan yang hamil di umur 20-30 th., hamil serta melahirkan dibawah 18 th. memanglah tambah lebih berisiko. Di bawah ini sebagian resiko yang bisa berlangsung :

Resiko kematian ibu serta bayi

Di semua dunia, terlebih negara berkembang, ada sekitaran 50. 000 remaja wanita umur 15-19 th. yang wafat setiap th. pada saat kehamilan atau ketika sistem persalinan. Sekitaran satu juta bayi yang lahir dari remaja wanita juga wafat sebelumnya umur mereka menjangkau setahun. Bayi dari seseorang ibu yang melahirkan dibawah umur 18 th., 60 % lebih berisiko wafat sebelumnya setahun.

Semakin muda remaja wanita alami kehamilan, jadi semakin berisiko untuk dianya waktu persalinan serta anak yang dikandungnya. Hal semacam ini karena badannya pada umumnya belum juga siap untuk melakukan sistem persalinan, diantaranya karna panggul sempit. Ketiadaan service kesehatan yang ideal kadang-kadang tidak sangat mungkin ibu serta/atau bayi selamat dalam sistem persalinan begini. Terlebih kehamilan dibawah usia memanglah semakin banyak berlangsung pada kelompok orang-orang tingkat ekonomi bawah.

Resiko kelainan pada bayi

Untuk beberapa wanita yang hamil di umur muda, terlebih mereka yg tidak didukung dari keluarga dekat atau pasangannya, berisiko tinggi tidak memperoleh perawatan yang ideal di masa kehamilan. Walau sebenarnya masa kehamilan yaitu periode perlu yang riskan komplikasi. Keperluan nutrisi yg tidak terpenuhi dengan baik bisa mengakibatkan kelainan atau cacat bawaan lahir.

Desakan darah tinggi serta bayi lahir prematur

Wanita yang hamil di umur muda berisiko lebih tinggi menderita desakan darah tinggi serta preeklamsia dibanding mereka yang hamil di umur 20-30 th.. Terkecuali membahayakan ibu, keadaan ini dapat juga mengganggu perubahan janin sampai menghadirkan komplikasi seperti bayi yang lahir prematur.

Remaja yang memiliki kandungan dibawah umur 18 th. memanglah lebih berisiko untuk melahirkan bayi prematur serta alami komplikasi. Bayi yang lahir terlebih sebelumnya 32 minggu juga akan ditempatkan pada resiko masalah pernafasan, pencernaan, pandangan, dan problem tumbuh kembang.

Bayi lahir dengan berat tubuh dibawah normal

Wanita yang hamil di umur sangat muda berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat tubuh begitu rendah, seperti kurang dari 1, 5 kg. Hal semacam ini dapat berlangsung karna kelahiran prematur atau dibawah umur kehamilan 37 minggu. Bayi dengan berat tubuh kurang dari normal memerlukan perawatan spesial, terlebih untuk membantunya bernapas sesudah dilahirkan.

Penyakit menyebar seksual

Remaja yang terkait seksual di umur muda lebih berisiko menderita penyakit menyebar seksual, seperti HIV, klamidia, sifilis, serta herpes. Keengganan, ketidaktahuan, atau belum juga matangnya alur fikir buat banyak remaja terkait seksual tanpa ada memakai pengaman seperti kondom.

Penyakit-penyakit itu bisa disebarkan bahkan juga lewat hubungan sex termasuk juga sex oral atau anal. Klamidia serta infeksi gonore pada wanita biasanya mengakibatkan penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID) yang bisa menyebabkan masalah pada tuba falopi. Pada keadaan ini, pembuahan sel telur bisa berlangsung diluar rahim atau dimaksud kehamilan ektopik.

Depresi pasca-melahirkan

Remaja wanita lebih berisiko alami depresi pasca-melahirkan karna terasa tidak siap, terlebih bila tidak didukung dari keluarga serta/atau pasangan. Depresi berisiko buat remaja tidak dapat menjaga bayinya dengan baik.

Remaja wanita yang alami kehamilan yg tidak direncanakan juga seringkali hadapi desakan dari banyak pihak dalam beragam bentuk. Umpamanya tekanan untuk menggugurkan kandungan, ketakutan juga akan penghakiman dari orang-orang, atau kecemasan juga akan kekuatan finansial mengurusi bayi di masa depan.

Meminimalisir Resiko

Walau resiko memiliki kandungan serta melahirkan di umur muda begitu tinggi, tetapi ada langkah yang bisa diupayakan supaya ibu selamat serta bayi bisa lahir dengan sehat.

Berkonsultasi teratur ke dokter kandungan. Sarana Puskesmas serta Tubuh Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang semakin baik saat ini sangat mungkin orang yang telah mendaftar untuk memeriksakan kesehatan kandungan serta bayinya dengan gratis.
Jauhi obat-obatan terlarang, minuman keras, serta Konsumsi beberapa barang itu baiknya dijauhi karna berisiko membahayakan janin.
Mengkonsumsi makanan sehat. Terlebih suplemen hamil yang memiliki kandungan asam folat 0, 4 mg setiap hari untuk perubahan system saraf bayi.
Mencari support. Anda dapat mencari support dari kerabat serta teman dekat paling dekat untuk kesiapan mentalmu. Janganlah terasa malu, sangsi, atau takut untuk ikuti beragam penyuluhan tentang kesehatan seksual serta organ reproduksi yang ada. Senantiasa perkaya diri dengan beragam info kesehatan serta keselamatan diri, termasuk juga dari beragam type kekerasan seksual.
Jumpai seseorang konselor atau group konseling yang dapat membantumu memperoleh info atau buat ketentuan tentang hubungan, kehamilan, adopsi, ataupun aborsi. Anda dapat mencari tahu di Perkumpulan Keluarga Merencanakan Indonesia.

Menghindar Hamil di Umur Muda

Bagaimanapun, senantiasa tambah baik untuk hindari diri dari resiko tinggi karena hamil di umur sangat muda. Di bawah ini cara-cara yang bisa ditempuh.

Keluarga Merencanakan (KB)

Keluarga merencanakan adalah jalan keluar periode panjang yang mencakup mencegah supaya tak ada remaja wanita dibawah 18 th. yang mempunyai anak. Sebenarnya beberapa wanita tidak memakai kontrasepsi karna latar belakang pemahaman agama serta sosial. Bisa pula karena sebab kecemasan juga akan resikonya serta mitos mengenai kontrasepsi. Diluar itu, berencana serta mengambil keputusan untuk menikah serta terkait seksual sesudah 18 th. yaitu satu diantara langkah termudah yang bisa ditempuh.

Memperoleh pendidikan yang memadai

Pendidikan yang baik juga akan buat remaja lebih jeli memutuskan serta melindungi dianya. Pendidikan mengenai seksualitas juga butuh diberi mulai sejak awal, bukan sekedar untuk anak wanita, tapi juga lelaki. Remaja wanita yang melahirkan di umur muda juga baiknya bisa selalu meneruskan pendidikan.

Buat ketentuan untuk diri sendiri

Banyak remaja wanita belum juga mengerti kalau badan serta hidupnya yaitu punya serta tanggung jawabnya sendiri. Diluar itu, banyak remaja wanita yg tidak dapat buat ketentuan kapan mereka juga akan mempunyai anak atau bagaimana melindungi system reproduksi mereka. Kemiskinan, ketiadaan pendampingan dari orangtua, serta kekerasan seksual dapat juga jadi aspek terpenting penyebabnya kehamilan di umur muda.

Sekitaran 23 % remaja yang menikah di umur 15-24 th. dipaksa pasangannya untuk terkait seksual di waktu dia sendiri sedikit tahu mengenai sex serta kontrasepsi. Jauhi hubungan seksual sebelumnya menikah, terlebih sex dibawah paksaan. Jauhi juga aborsi yang termasuk ilegal di Indonesia, terlebih bila dikerjakan bukanlah oleh tenaga medis.

Memakai kontrasepsi

Satu riset bahkan juga temukan kalau sekitaran 46 % remaja wanita berumur 15-19 th. yang telah menikah tidak sempat memakai kontrasepsi. Desakan sosial untuk mempunyai keturunan, ketakmampuan untuk berencana kehidupan berkeluarga, ketakutan pada suami yang berumur lebih tua, serta minimnya pengetahuan juga menyebabkan kehamilan di umur muda. Walau sebenarnya memakai kontrasepsi perlu untuk kurangi resiko penyakit menyebar seksual serta kehamilan yg tidak direncanakan.

Janganlah gampang yakin

Banyak mitos atau bujukan yang seringkali didengar remaja wanita yang buat mereka pada akhirnya berlaku permisif pada hubungan seksual di umur sangat muda. Janganlah gampang yakin pada beberapa hal yang belum juga pasti benar seperti itu. Di bawah ini sebagian mitos yang seringkali terdengar bersama kenyataannya.

Wanita akan tidak hamil bila dia melompat-lompat sesudah terkait seksual
Bila sperma telah berjumpa sel telur, lompatan setinggi apapun akan tidak menggagalkan terjadinya janin.
Bila wanita tidak alami orgasme, dia akan tidak hamil
Orgasme tak ada hubungan dengan sistem pembuahan.
Terkait seksual di air akan tidak mengakibatkan hamil
Kontak vagina dengan sperma dalam keadaan apapun berisiko mengakibatkan hamil. Pada suhu yang sesuai sama, sperma bisa tetaplah hidup diluar badan pria sepanjang sebagian menit.
Wanita tidak bisa hamil bila terkait sex di masa menstruasi
Sperma bisa tetaplah hidup sampai satu minggu pada badan wanita.
Membersihkan vagina sesudah terkait seksual bisa menghindar kehamilan
Membersihkan vagina akan tidak menghindar sperma yang telah masuk untuk membuahi sel telur.
Akan tidak berlangsung kehamilan sepanjang ejakulasi tidak dikerjakan didalam vagina atau bila penis cuma masuk sebagian sebelum ejakulasi
Ada cairan praejakulasi yang keluar sebelumnya ejakulasi paling utama berlangsung. Cairan ini juga bisa memiliki kandungan sperma yang dapat membuahi sel telur. Pembuahan bisa berlangsung setiap saat sepanjang cairan mani menyentuh ruang vagina.

Janganlah yakin juga bila ada yang menyebutkan kalau seseorang wanita akan tidak hamil bila baru lakukan hubungan seksual pertama kalinya atau mengerjakannya sembari berdiri. Sperma yang sudah masuk kedalam badan wanita berpeluang membuahi sel telur.

Diatas semua, menghormati badan serta sendiri yaitu langkah awal terutama untuk hindari diri dari sebagian resiko yang meneror nyawa karena hamil di umur muda.