artikel tas

Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, penjualan barang mewah di Indonesia tumbuh sebesar 84 persen, menjadi pertumbuhan penjualan barang daring online terbesar di Asia, menurut Indeks Mewah Asia 2016. Indeks tersebut didasarkan pada platform online berbasis Singapura untuk produk mewah data penjualan dan laporan industri Reebonz untuk 2014-2015.

Manajer eksekutif Reebonz Indonesia Anggono Wijaya mengatakan bahwa media sosial dan pemasaran digital dan kolaborasi dengan influencer dan perancang muda termasuk di antara alasan utama dibalik peningkatan penjualan. “Awalnya kami fokus membangun perusahaan itu sendiri, tapi sejak dua tahun lalu, kami fokus memasarkan produk kami,” katanya kepada The Jakarta Post. Secara terpisah, manajer pemasaran senior perusahaan Bernard Widjaja Ng mengatakan bahwa kelompok konsumen mewah berkembang dan berkembang karena kemewahan tidak lagi hanya untuk beberapa orang terpilih. Dengan berkembangnya kemakmuran dan aksesibilitas, lebih banyak konsumen dapat dengan mudah membeli barang mewah.

Bernard menambahkan bahwa konsumen juga menjadi lebih muda dengan anak berusia 21 tahun mulai membeli barang mewah. “Ada pergeseran dalam kelas pembeli yang ekonomis, karena orang-orang dari ekonomi tingkat B mulai membeli barang-barang mewah.” Tas dilaporkan merupakan produk mewah yang paling banyak dibeli di Asia, menyumbang 62 persen transaksi online, dengan Balenciaga, Fendi dan Longchamp berada di puncak daftar merek di Indonesia. Laporan tersebut juga mencatat kenaikan 87 persen penjualan sepatu dan kenaikan penjualan arloji sebesar 39 persen antara tahun 2014 dan 2015 di Asia.

Laporan tersebut juga mencatat perubahan tren pembelian di Asia, dengan kenaikan penjualan barang mewah sebesar 30%. “Isu kebersihan dan kualitas akan tetap ada, tapi ada nafsu makan yang meningkat untuk barang mewah pra-barang terutama di asesoris seperti tas tangan,” kata editor senior Global Style Network Global dan intelijen ritel Erica Ng. Kontributor terbesar untuk kenaikan ini adalah penjualan tas dan sepatu, dengan Chanel, Louis Vuitton, Herm├Ęs dan Prada menduduki puncak daftar merek. Dimulai sebagai peritel produk mewah di Singapura, Reebonz telah berkembang melalui platform e-commerce dengan kantor di Indonesia, Australia, Hong Kong, Malaysia, Korea Selatan, Thailand dan Taiwan. Saat ini menyediakan tiga layanan, yaitu Reebonz White Glove, Reebonz Closet dan Reebonz Marketplace.