Penderita obesitas kini semakin meningkat jumlahnya secara keseluruhan didunia dan ini berhubungan langsung dengan makanan instan. Ada begitu banyak makanan instan penyebab obesitas yang sering dikonsumsi. Makanan instan sebenarnya boleh-boleh saja dikonsumsi karena aman. Namun jika ia dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus makan resiko obesitas semakin tinggi. Ini karena makanan instan mengandung kalori tinggi, gula, lemak, serta berbagai penyedap buatan.

Lalu apa saja makanan instan penyebab obesitas?

Obesitas patut dihindari karena ia bisa meningkatkan berbagai resiko kesehatan seperti serangan jantung, hipertensi, dan terutama diabetes. Tumpukan lemak saat obesitas membuat metabolisme terganggu sehingga lebih rentan terkena penyakit. Untuk itu, kenali apa saja makanan instan penyebab obesitas  seperti diantaranya:

  • Mie instan mengandung kalori 370kkal
  • Pizza mengandung kalori 1136 kkal dan lemak 19gr.
  • Burger mangandung kalori 770 kkal dan lemak sebesar 48gr.
  • Kentang goreng mangandung kalori 380 kkal dan 19 gr lemak.
  • Donat mengandung kalori 220 kkal dan 9gr lemak, serta 12 gr gula.

Bagaimana makanan instan dan cepat saji menyebabkan obesitas?

Makanan instan dipenuhi dengan karbohidrat dan sedikit serat sehingga akan membuat tubuh lebih cepat kenyang dan lebih cepat pula lapar. Selain itu, makanan instan mengandung zat-zat aditif seperti garam, penyedap rasa dan gula sehingga semakin membuat seseorang ketagihan untuk mengonsumsinya. Semakin tinggi kalori yang masuk pada tubuh, semakin tinggi pula glukosa yang harus dicerna. Padahal tubuh memiliki batasannya sendiri dalam menyimpan glukosa. Meskipun glukosa penting untuk pembentukan energi, namun sisanya disimpan dalam hati dan jika tidak digunakan akan menjadi tumpukan lemak. Darisitulah obesitas terjadi.

Kandungan lemak dan kalori pada makanan instan jauh lebih tinggi daripada masakan yang dibuat sendiri. Sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk membakar lemak dan kalori ditubuh. Makanan instan penyebab obesitas  sudah terbukti secara ilmiah. Jadi, sayangi tubuh dengan mengurangi konsumsi makanan instan dan junk food kemudian seimbangkan dengan gaya hidup sehat berupa tidur yang cukup serta olahraga yang teratur.