Kalau saja dulu William Tanuwijaya menyerah terhadap mimpinya, mungkin tidak akan pernah ada marketplace dan mall online terbesar di Indonesia – Tokopedia. Tokopedia merupakan perusahaan jual beli atau marketplace berbasis digital di Indonesia. Sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2009, Tokopedia berhasil menjadi perusahaan digital dengan pertumbuhan yang sangat pesat.

Model Bisnis Tokopedia

Tokopedia ini mengusung konsep marketplace dan mall online, sehingga memungkinkan setiap orang untuk individu, toko kecil bahkan brand untuk membuka dan mengelola toko secara daring. Sejak awal berdiri hingga saat ini, layanan dasar Tokopedia bisa diakses oleh semua orang dan gratis.

Model bisnis Tokopedia ini menggunakan model e-commerce customer to customer (C2C). Model ini memungkinkan setiap orang untuk bisa memiliki akun dan berperan sebagai penjual atau pembeli, atau sekaligus keduanya. Selain itu, Tokopedia juga memfasilitasi transaksi uang secara daring. Tokopedia juga memberikan jaminan bahwa barang dari penjual benar-benar dikirimkan kepada pembeli.

Dari sisi penjual, penjual hanya akan menerima uang pembayaran setelah barang diterima oleh pembeli. Uang pembeli akan disimpan di rekening pihak ketiga selama barang belum sampai. Uang pun akan dikembalikan ke tangan pembeli 100 persen apabila transaksi ternyata gagal.

usaha waralaba

Dibawah naungan PT Tokopedia, Tokopedia.com versi beta resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 dan didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009. Ide pendirian Tokopedia ini tertanam di benak kedua pendirinya, William dan Leontinus, kala menyadari belum adanya marketplace yang bagus untuk memfasilitasi jual-beli secara daring yang aman dan nyaman bagi penggunanya di Indonesia.

Awal Ide Tokopedia Diluncurkan

William yang sempat bekerja di sebuah forum jual beli di tahun 2007 merasakan banyaknya pengguna yang mengeluhkan tentang penipuan transaksi di forum tersebut. Lalu William melakukan riset tentang usaha franchise berbasis internet. Ia mempertanyakan mengapa bisnis via internet seperti menjadi sarana kriminal, padahal seharusnya menjadi sarana yang bermanfaat untuk mempermudah segalanya bagi masyarakat, termasuk kegiatan jual-beli.

William pun memandang akan adanya peluang untuk mengubah pandangan tentang usaha berbasis daring yang penuh dengan penipuan menjadi kegiatan yang bermanfaat dan memberikan keuntungan, apalagi dengan kemajuan teknologi yang kian pesat. Selain itu, ia juga melakukan riset tentang kebutuhan masyarakat Indonesia akan kerja sampingan. “Saya langsung kepikiran ingin membuat perusahaan semacam eBay,” cerita William.