Banyak orang yang menilai jengkol hanya dari baunya saja. Dan rata-rata orang yang menghindari jengkol disebabkan oleh aromanya yang kurang nikmat. Tapi coba dipikirkan kembali untuk mengkonsumsi jengkol, karena memiliki banyak manfaat kesehatan. Apa manfaat dari jengkol yang sebenarnya?

Padahal, jika anda tahu cara memasak jengkol yang benar, maka aromanya yang kurang enak akan berkurang. Tidak itu saja, proses memasak yang baik akan membuat makanan ini memiliki rasa yang lezat dan tekstur yang manis, yang dapat membangkitkan selera Anda.

Anda tidak hanya dapat memuaskan nafsu makan Anda, tetapi jengkol juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, yaitu:

1. Didalam jengkol terdapat antioksidan yang cukup tinggi, sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit kronis
Apakah Anda juga berpikir bahwa salah satu manfaat dari jengkol adalah menghindari pertumbuhan kanker? Benar sekali, jengkol mengandung banyak antioksidan yang bisa Anda jadikan senjata untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.

Antioksidan ini memiliki kemampuan untuk membentengi tubuh dari efek samping radikal bebas yang menjadi penyebab penyakit jantung, diabetes dan gangguan metabolisme lainnya.

2. Kandungan yang ada pada jengkol bisa mencegah penyakit diabetes
Memang belum banyak bukti dari penelitian yang menunjukkan hal ini, tetapi salah satu percobaan yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa kadar gula bisa turun setelah makan jengkol.

Apabila penelitian terus dilakukan, kemungkinan besar para ahli akan menemukan suatu bukti bahwa jengkol sangat baik untuk mencegah diabetes dan mengendalikan gula darah. Karena, pada saat melakukan penelitian pada tikus, kalenjar langerhan yang lebih aktif dimiliki oleh tikus yang mengkonsumsi jengkol. Tugas dari kelenjar langerhans ini adalah memproduksi hormon insulin dan berbagai hormon yang mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

3. Jengkol bisa mencegah penyakit maag
Eksperimen yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang memakan jengkol cenderung terhindar dari gangguan pencernaan, seperti sakit maag. Enzim superoksida dismutase (SOD) mengalami peningkatan pada kelompok tikus yang memakan jengkol, enzim yang memiliki peran penting dalam melindungi lapisan lambung lesi asam lambung.