Beras Merah Mengandung Antioksidan Yang Bermanfaat Bagi Penyembuhan Kanker

Obat Kanker Masa Kini

Angka kematian di indonesia masih termasuk dalam kategori tinggi terbukti dari tahun ke tahun angka kematian terus meningkat, tinggi angka kematian banyak diakibatkan oleh penyakit Kanker. kanker merupakan suatu penyakit yang bukan termasuk ringan akan tetapi termasuk dalam kategori ganas dimana penyakit tersebut sudah banyak menelan korban jiwa baik itu di indonesia maupun dinegara lain. Data menunjukan bahwa penyakit kanker merupakan pembunuh nomor dua di indonesia. Hal tersebut berdasarkan pendapat ferlay (2001) bahwa kanker merupakan penyebab utama kematian.

Berbagai cara telah ditempuh untuk menemukan obat guna menyembuhkan penyakit ini, bahkan Berbagai macam penemuan-penemuan baru telah banyak dihasilkan oleh banyak peneliti untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit agar kelangsungan hidup manusia dapat terselamatkan. salah satunya ketika ditemukannya penyembuhan peyakit kanker dengan cara radioterapi, pembedahan, hormonterapi, kemoterapi. Walaupun sudah ada penyembuhan untuk penyakit yang berbahaya ini, masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pengobatan, disamping harus menahan rasa sakit yang terangat sangat, rambut rontok, warna kulit berubah kehitaman dan efek lain yang ditimbulkan ketika menggunakan cara medis tersebut.

Namun jangan bersedih hati serta putus asa, ada penemuan lain guna mengobati kanker yakni ketika ditemukannya suatu unsur dan zat yang dapat digunakan sebagai obat dari penyakit kanker. Unsur dan zat tersebut bernama antioksidan dan lovastatin, kandungan zat tersebut banyak terdapat pada beras merah (grosir beras merah). Menurut suardi (2005) dikatakan bahwa kandungan pada beras merah meliputi antioksidan dan lovastatin dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker, jantung,beri-beri, plak anterosklerosis.

Ketika dalam masa pengobatan penyakit kanker banyak ditemukan pasien mengalami kegelisahan, ketakutan serta kekawatiran pada pasien yang terkena penyakit ini. Menurut asmadi (2008) banyaknya kecemasan tergantung organ yang terkena. Maka dari itu pihak rumah sakit dan pasien harus melakukan relaksasi agar menjadi tenang, caranya dengan melakukan kebiasaan yang baik dan sering dilakukan berupa membaca kitab suci, berdo’a dan mendengar musik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh banner dan suddarth (2005) mengatakan bahwa 85 % pasien cemas dapat disembuhkan dengan melakukan relaksasi berupa sering spiritual, berdo’a, membaca kitab suci, mendengar lagu religi. Pengobatan kanker dengan menggunakan musik bukan untuk menyembuhkan secara total penyakit kanker akan tetapi mereduksi kecemasan sehingga tidak memperparah keadaan pasien serta menjadikan pasien selalu berfikir positif.